A sample text widget

Etiam pulvinar consectetur dolor sed malesuada. Ut convallis euismod dolor nec pretium. Nunc ut tristique massa.

Nam sodales mi vitae dolor ullamcorper et vulputate enim accumsan. Morbi orci magna, tincidunt vitae molestie nec, molestie at mi. Nulla nulla lorem, suscipit in posuere in, interdum non magna.

TEKNOLOGI BUDIDAYA IKAN HIAS 5

V.  SEX REVERSAL

 

Secara harfiah sex reversal dapat diartikan uatu teknologi yang membalikan arah perkembangan kelamin enjadi berlawanan dari jantan menjadi betina atau sebalikya. Dengan teknik sex reversal fenotipe ikan dapat berubah, tetapi gnotipenya tidak berubah

Manfaat dari teknologi sex reversal adalah  :

  1. Medapatkan ikan dengan pertubuhan yang lebih cepat.
  2. Mencegah pemijahan liar.
  3. Mendapatkan penampilan ikan yang ebih baik.
  4. Menunjang genetika ikan, yaitu teknik pemurnian ras ikan.

Sedangan model penentu seks yang dapat diterapkan pada ikan ada tiga yaitu :

  1. Kromosom
  2. Poligenik
  3. interaksi genotipe lingkungan

Diferensiasi seks adalah suatu proses perkembangan gonad ikan menjadi suatu jaringan yang definitif (sudah pasti).

Ada dua cara diferensiasi seks:

  1. Bakal gonad berdiferensiasi langsung menjadi ovari atau testis.

Sebagai contoh adalah ikan Mas, Ikan medaka.

  1. Semua individu pada mulanya berdiferensiasi menjadi gonad yang menyerupai ovari kemudian setengah populasi lebih berdiferensiasi sebagai betina untuk selanjutnya berdiferensiasi menjadi jantan.

Sebagai contoh adalah ikan Guppy, Hagfish (Eptatetrus stout) dan sidat eropa Anguila anguila.

Hormon yang digunakan pada penerpan sex reversal secara langsung adalah hormon sterid yang berasal dari turunan kolesterol dan masih merupakan kelompok lemak.

Jenis-jenis hormon steroid  yaitu :

  1. Estrogen, yang digunakan untuk feminisasi, sedangkan hormon yang biasa digunaan adalah estrsdiol-17ß
  2. Androgen, yang digunakan untuk maskulinisasi, sedangkan hormon yang biasa digunakan adalah 17α-metiltestosteron.

 

Cara pemberian

Peilihan cara pemberian hormon harus didasarkan pada efektifitas, efisiensi, palatablitas, kemungkinan polusi dan biaya.

Ada tiga cara pemberian hormon yaitu :

  1. Oral

Melalui pakan buatan ataupun pakan alami dengan enrichment atau pengkayaan.

  1. Perendaman (dipping/bathing)

Dengan cara merendam embrio pada stadia tertentu, larva ataupun induk ikan.

  1. Suntikan/implantasi

Dengan menyuntikkan hormon dan memasukkan pellet berhormon ke dalam tubuh.

Efektifitas pemberian

Faktor-faktor yang mempengaruhi efektifitas pemberian hormon dalam aplikasi adalah sebagai berikut :

  1. Cara pemberian.

Beberapa teknik beresiko kurang efektif karena adanya enzim pencernaan, yang mengakibatkan hormon ada yang hilang.

  1. Dosis

Berkaitan dengan nilai ekoomis. Pemberian hormon dengan dosisi tinggi membutuhkan waktu lebih singkat dibandingkan dengan pemberian hormon dengan dosis rendah.

  1. Jenis hormon

Hormon utama yang digunakan untuk feminisasi adalah estrsdiol-17ß.

  1. Saat perlakuan

Saat perlakuan tergantung pada stadia ikan.

  1. Lama perlakuan

Lama perlakuan berkaitan eratdengan dosis yang dipakai. Metode perendaman embrio memerlukan waktu yang lebih pendek daripada metode secara oral yaitu melalui pakan akan tetapi dosis yang dipakai rendah.

  1. Kondisi lingkungan

Kondisi lingkungan yang berpengaruh adalah suhu air yang akan mempengaruhi kerja hormon.

  1. Daya tahan steroid dalam tubuh ikan.

Hormon steroid akan dibersihkan dari dalam tubuh ikan dalam beberapa hari.

 

Parameter keberhasilan

Parameter yang diukur untuk menetukan keberhasilan sex reversal ini adalah:

  1. Daya tetas.

Pemberian dosis yang tinggi dapat menurunkan daya tetas telur.

  1. Derajat kelangsungan hidup larva.
  2. Nisbah kelamin

Pada kondisi normal perbandingan antara jantan : betina = 1 : 1. Sedangkan pada kondisi perlakuan yang berhasil akan menghasilkan jantan 100% atau betina 100%.

  1. Efek samping

Beberpa kondisi diluar dugaan, terkadang terdapat ikan dengan bakal testis dan ovari sekaligus atau kondisi yang steril pada ikan dikarenakan gonad yang tidak berkembang.

 

Aplikasi Sex Reversal pada Guppy

Guppy adalah ikan yang melahirkan anak. Sedangkan tujuan sex reversal untuk menghasilkan ikan jantan. Ada dua metode yaitu, perendaman induk dan pemberian pakan berhormon. Hormon yang digunakan adalah hormon androgen.

 

 

  1. Metode perendaman induk

Umur induk yang digunakan berumur 3 bulan atau yang sudah siap dipijahkan. Dikawinkan secara berpasangan pada akuarium dengan ukuran  cm selama 4 hari. Setelah 4 hari induk jantan dikeluarkan sementara itu induk betinatetap dipelihara dengan diberi pakan Daphnia dan cacing beku (blood worm).

  1. Pembuatan larutan hormon

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Perendaman induk dengan hormon

Perendaman dilakukan 12 hari setelah masa perkawinan. Toples 3l diisi dengan 2l. Kemudian masukkan 5-10 ekor induk dan diberi aerasi. Perendaman dilakukan selama 24 jam. Setelah itu induk dipelihara sampai bertelur.

Identifikasi jenis kelamin dilakukan setelah anak ikan guppy berumur 2-3 bulan.

 

Hasil aplikasi

Table 5.1. Beberapa hasil aplikasi sex reversal pada guppy umur 6 bulan dan beberapa perlakuan

Tujuan Jenis hormon Cara pemberian Stadia Dosis Lama perlakuan % jantan % betina SR Sumber
Penjantanan 17α-metiltestosteron Oral 

Perendaman

Perendaman

Perendaman

Induk 

Induk

Induk

Induk

400 mg/L 

2mg/L

2mg/L

2mg/L

10 hari 

12 jam

24 jam

48 jam

58 

85

0

0

42 

0

0

0

tt 

tt

tt

tt

Arma 1994 

Yunianti 1995

Yunianti 1995

Yunianti 1995

 

Pemberian pakan berhormon

  1. Pemilihan induk

Umur induk 3 bulan atau yang sudah siap dikawinkan. Dipelihara dengan perbandingan jantan : betina  = 2 : 1, dalam wadah 1 L.

  1. Pembuatan pakan berhormon

Menggunakan pelet udang degan protein minimal 42%. Lemak minimal 5%, serat kasar minimal 3% dan kadar air minimal 11%. Hormon yang digunakan 17α-metiltestosteron, dengan dosis hormon 400mg 17α-metiltestosteron/kg pakan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. Perlakuan dengan pakan berhormon

Pakan buatan yang berhormon dilakukan setelah ikan berumur 1-2 bulan. Pemberian pakan hormon dilakukan setelah 15 hari dan dimulai 5 hari setelah induk ikan dikawinkan. Waktu pemberian siang dan sore, sedangkan pagi diberi cacing.

Setelah perlakuan induk guppy diberi pakan sebanyak 5 kali sehari yaitu pada pukul 07.00, 09.00, 11.00, 13.00, dan 15,00. cacing pada pukul 18.00.

Setelah ikan mengalami perlakuan ditunggu hiingga melahirkan anak-anak ikan. Kemudian anak ikan tersebut dibesarkan sampai umur 2 bulan.

  1. Identifikasi jenis kelamin dilakukan secara morfologi dan histologi. Identifikasi morfologi dilakukan setelah anak ikan berumur 2 bulan.
  2. Hasil aplikasi

Dari tabel 1. hasilnya kurang meberikan hasil yang baik bila dibandingkan dengan metode perendaman.